Konsep Ekspor Impor

Aktifitas Ekspor Impor dilatar belakangi dari adanya aktifitas perdagangan internasional.
Perdaganan internasional merupakan suatu aktifitas transaksi jual-beli barang atau jasa melalui batas wilayah suatu Negara, yang melibatkan beberapa pelaku dengan didasari atas kesepakatan bersama. Penjual dan pembeli dalam aktifitas ini dapat berupa individu atau kelompok organisasi tertentu (profit/non-profit/pemerintahan)
Menurut (Amir, 1996:4), pelaksanaan kegiatan perdagangan internasional disebabkan oleh faktor-faktor antara lain:

  1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan (geopolitik).
  2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
  3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dan usance dalam perdagangan dan lain-lainnya.



Berdasarkan penjelasan Undang Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan,
“Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan Barang dari Daerah Pabean” sedangan “Impor adalah kegiatan memasukkan Barang ke dalam Daerah Pabean”.
“Daerah Pabean adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, ruang udara di atasnya, serta tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang Kepabeanan”

Pengertian tentang ekspor secara lebih lengkap juga dijelaskan oleh Hasan, dkk dalam buku Kamus Populer. Transportasi dan logistik. STMT Trisakti (2012:64) bahwa Ekspor merupakan proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komotidtas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor.
Berdasarkan pengertian yang dijelaskan di atas, secara garis besar ekspor impor merupakan suatu aktifitas memasukkan atau mengeluarkan barang dari atau ke dalam negeri, baik didasari atas transaksi perdagangan atau tidak.

Terdapat beberapa ciri-ciri khusus dalam kegiatan Ekspor Impor yang dijelaskan oleh Siswanto Sutojo dalam buku Hukum Ekspor Impor (Sutedi, 2014: 11-12). Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut ;

  1. Ada batas teritorial kenegaraan antara penjual (eksportir) dan pembeli (importir)
  2. Terdapat perbedaan mata uang antara eksportir dan importer sehingga pembayaran sering menggunakan mata uang asing, misalnya dollar Amerika, pounsterling Inggris, ataupun yen Jepang.
  3. Adakala eksportir dan importir belum terlalu lama bertransaksi. Pengetahuan masing-masing pihak yang bertransaksi tentang kualifikasi mitra dagang mereka termasuk kemampuan membayar atau kemampuan untuk memasok komoditas sesuai dengan kontrak penjualan sangat minim.
  4. Seringkali terdapat perbedaan kebijaksanaan pemerintah negara eksportir dan importir di bidang perdagangan internasional, moneter lalu lintas devisa, labeling, embargo, atau perpajakan.
  5. Antara eksportir dan importir kadang terdapat perbedaan tingkat penguasaan teknik dan terminologi transaksi perdagangan internasional serta bahasa asing yang secara populer digunakan dalam transaksi itu, misalkan bahasa inggris.

Secara sederhana, aktifitas ekspor impor melalui jalur laut dapat diilustrasikan pada gambar berikut ;


                                       Sumber : http://www.doingbusiness.org/


Pada gambar tersebut, dilihat bahwa terdapat perpindahan barang (dalam ilustrasi ini adalah 20 ft container), waktu, uang (biaya) dan dokumen dalam suatu aktifitas pengiriman ekspor dan impor antar dua negara.

Di dalam setiap aktifitas pengiriman tersebut, terdapat beberapa aktifitas lain di dalamnya seperti ;
  • "port and terminal handling" yang merupakan suatu aktifitas untuk menangani kontainer di port atau terminal.
  • "customs and border agencies" yaitu proses perijinan oleh pihak bea cukai untuk memastikan bahwa pengiriman telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara tersebut
  • "inland transport" adalah aktifitas pengiriman barang melalui jalur darat dengan menggunakan moda transportasi baik berupa truck atau rail
Semoga penjelasan sekilas tersebut cukup menambah wawasan singkat tentang ekspor-impor.




(dari berbagai sumber)
Konsep Ekspor Impor Konsep Ekspor Impor Reviewed by Denny Trisna on 10:11 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.